Kamis, 02 April 2009

Arti Sebuah Pelukan




Ketika Memulai Gerakan Free Hugs (Pelukan Gratis) pada 30 Juni 2004 di sebuah jalan ramai di Sedney, Australia, banyak orang yang menganggap JUAN MANN tidak waras. Mereka menertawakan dan memandangnya dengan curiga. Hampir lima belas menit ia berdiri tanpa hasil. Sampai akhirnya seorang ibu tua datang menghampirinya. Dengan wajah muram, ibu itu berkisah, pagi tadi anjingnya mati dan hari itu adalah tepat setahun putri tunggalnya meninggal dunia karena kecelakaan mobil. Ia merasa begitu kesepian. Mann memeluk ibu itu. Mereka lalu berpisah dengan senyum cerah di wajah sang ibu. Kampanye Free Hugs kemudian berkembang luas di seluruh dunia sejak videonya muncul di Youtube pada tahun 2006.


Alkitab mencatat kisah si anak hilang yang pulang. Berbagai kegalauan dan ketakutan tentu melintas di benaknya. Ia sudah sangat mengecewakan ayahnya. Ia sungguh maklum kalau ayahnya akan memarahi, atau bahkan mengusirnya. Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Bukan semprotan kemarahan atau penolakan yang didapat, sang ayah malah menyambutnya dengan pelukan kasih. Bisa dibayangkan, betapa lega hati si anak hilang. Seribu satu beban yang menindihnya terangkat sudah..


Andai ada jajak pendapat: “Dimana tempat teraman dan ternyaman di dunia?” Jangan heran kalau banyak orang akan menjawab: “Di dalam pelukan orang yang kita sayangi dan menyayangi kita”. Ya, pelukan yang didasari hati yang mengasihi bagaikan oase damai dan tenteram. Di sana segala galau dan resah hilang.

Kadang, yang orang perlukan hanyalah sebuah pelukan penuh kasih.


By : Email


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran & Komentar Anda, untuk setiap Artikel yang diterbitkan..Terimakasih.