Ketika Memulai Gerakan Free Hugs (Pelukan Gratis) pada 30 Juni 2004 di sebuah jalan ramai
Alkitab mencatat kisah si anak hilang yang pulang. Berbagai kegalauan dan ketakutan tentu melintas di benaknya. Ia sudah sangat mengecewakan ayahnya. Ia sungguh maklum kalau ayahnya akan memarahi, atau bahkan mengusirnya. Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Bukan semprotan kemarahan atau penolakan yang didapat, sang ayah malah menyambutnya dengan pelukan kasih. Bisa dibayangkan, betapa lega hati si anak hilang. Seribu satu beban yang menindihnya terangkat sudah..
Andai ada jajak pendapat: “Dimana tempat teraman dan ternyaman di dunia?” Jangan heran kalau banyak orang akan menjawab: “Di dalam pelukan orang yang kita sayangi dan menyayangi kita”. Ya, pelukan yang didasari hati yang mengasihi bagaikan oase damai dan tenteram. Di
Kadang, yang orang perlukan hanyalah sebuah pelukan penuh kasih.
By : Email
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan saran & Komentar Anda, untuk setiap Artikel yang diterbitkan..Terimakasih.