Sabtu, 02 Mei 2009

Aksi Si Cakar Maut


Setelah pertikaian Keluarga yang menewaskan ayah biologis dan ayah tirinya, James Logan alias Wolverine (Hugh Jackman) kabur. bersama kakaknya, Victor Creed (Live Schreiber), mereka berkelana dari satu perang ke perang lain. Sebuah kesalahan fatal di lakukan Creed: membunuh petinggi Militer yang membuat kakak-adik berakhir di tiang ekseskusi.


Tapi, dasar Mutan, tubuhnya tak mempan ditembus peluru. Seorang petinggi Militer, William Stryker (Danny Huston), memanfaatkan kekuatan itu dengan melibatkan mereka pada sebuah misi rahasia. Logan yang cinta Damai mengundurkan diri dari misi tersebut dan hidup tenang bersama kekasihnya, Kayla (Lynn Collins), sedangkan Creed menjadi tentara kesayangan sang Jenderal.


Enam tahun berselang, Stryker dan Creed mencari kembali Logan untuk sebuah misi yang belum terselesaikan. Ketegangan demi ketegangan pun dihadirkan. Tak hanya itu, dalam film berjudul X-MEN ORIGINS: Wolverine ini, asal-usul tokoh Logan bagai Wolverine dan Creed, yang jadi cikal-bakal tokoh Sabretooth, juga dikupas tuntas.


Ada pula beberapa kekuatan baru yang dimunculkan di sini, seperti kakak Kayla, yang tubuhnya berperisai batu batu permata, dan Gambit, yang mahir memainkan kartu jadi senjata.

Salah satu tokoh X-Men, Sabretooth, yang jarang dapat porsi banyak, juga diperkenalkan secara gamblang di film keluaran Twentieth Century Fox Film Corporation ini. Sementara tokoh itu terakhir dimainkan dengan porsi minim oleh Tyler Mane pada X-men, sosok Victor Creed kali ini dilakoni total oleh Schreiber. Akting Schreiber sebagai Sabretooth memang jempolan.

Jadi..tunggu apalagi? buruan...Don't Miss it!...

Pangeran Kelantan Dituntut 5 Tahun Penjara


Bertekad untuk mendapatkan kembali putrinya, Daisy Fajrina kini akan menempuh jalur hukum untuk melawan keluarga pangeran Kelantan, yang dianggapnya telah menculik putrinya Manohara Odelia Pinot. Lewat pengacaranya, Robert B. Kaitimo Daisy melaporkan secara resmi ke Mabes Polri.


Robert selaku pengacara keluarga Manohara mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk melaporkan tindakan kekerasan yang dilakukan pangeran Kelantan, Tengku Muhammad Fakhry Petra. "Melaporkan sejumlah tindakan pidana yang dilakukan oleh Tengku Fakhry. Pasal 328, 332 ayat 2, pasal 378, pasal 82, pasal 310, dan pasal 335. Tindak pidana membawa lari perempuan dengan tipu daya, penghinaan, dan atau perbuatan tidak menyenangkan," ungkap Robert yang ditemui di Mabes Polri, Kamis (30/4).



Tindakan pangeran Kelantan ini, menurut Robert sudah sebuah penghinaan bagi bangsa Indonesia. Tapi untuk menyelesaikan kasus itu dibutuhkan kerjasama dengan dua negara lain. "Kita sebagai bangsa Indonesia merasa sangat terhina dengan Tengku. Saya harap segera ditindaklanjuti. Karena kejadiannya ada di tiga negara, Indonesia, Malaysia, dan Saudi Arabia maka perlu kerjasama pihak terkait," tambah pengacara ini.


Dengan pasal-pasal yang diajukan pihak keluarga Manohara ini, Tengku Fakhry bisa dijebloskan penjara. Menurut Robert, Fakhry dapat dihukum selama lima tahun penjara. (kpl/ang/erl)

Manohara Odelia Pinot Incaran Pria Berduit


Siapa sangka Manohara Odelia Pinot, model yang namanya tenar di kalangan sosialita ini pernah menjalin kasih dengan Ardi Bakrie, putra salah satu pria terkaya di Indonesia, Aburizal Bakrie.
Kebenaran hubungan Manohara dan Ardi ini dibenarkan ibunda Manohara, Daisy Fajarina, saat menggelar jumpa pers di Restoran Ampera, Jalan KH Ahmad Dahlan.


Saat berpacaran dengan pria yang saat ini menjadi kekasih Nia Ramadhani ini, usia Manohara masih 16 tahun, usia yang relatif muda untuk menjalin kasih dengan pria dewasa.


Kecantikan Manohara rupanya tak hanya memikat hati Ardi Bakrie, tapi juga beberapa pria lain. Menurut Deasy, ada keluarga yang sudah menjadi teman baik mereka, dan putranya menaruh hati pada Manohara, bahkan berniat meminang putrinya.


Mereka berasal dari keluarga yang jauh lebih kaya dari Tengku dan memiliki jet pribadi, tapi Deasy tidak cocok dengan sikap yang ditunjukkan putra keluarga kaya tersebut.


Kebiasaan membentak Manohara adalah salah satu hal yang tidak disuka Deasy, jadi bukan harta yang dilihat Deasy tapi lebih pada pria baik yang sayang pada putrinya.


"Kalau memang saya mau menjual anak saya sudah dengan senang hati menerima mereka, dan the society juga melihat kami sebagai gold digger, dll, padahal saya mendidik anak saya untuk tidak pernah minta pada siapa pun. Kasihan ananda karena kecantikannya banyak sekali orang-orang yang mempunyai penyakit hati yang membenci kami, yang menghalalkan segala cara untuk mempermalukan kami," ujar Deasy dalam salah satu curhat panjangnya. (kpl/rit)



Musuh Terbesar dalam diri Kita


Banyak orang mungkin menyangka kalau kondisi yang sedang dihadapi sekarang merupakan akibat dari perbuatan orang lain. Misalnya mungkin sampai saat ini hidup pas-pasan akibat kondisi ekonomi orangtua yang dulunya tak mapan. Atau contoh lainnya misalkan hasil ujian sekolah buruk karena kawan tak mau meminjami contekan.
Pendeknya kita kerap menyalahkan banyak hal di luar diri kita. Padahal, persoalan terbesarnya justru terdapat dalam diri kita sendiri. Apakah itu?


Musuh terbesar kita sebetulnya adalah pikiran negatif yang bersarang dalam pikiran kita. Saat kesulitan atau hambatan muncul, pikiran negatif itu mulai bekerja menghembuskan pikiran-pikiran buruk, mencari-cari pembenarannya, dan berujung pada sebuah penilaian atau bahkan penghakiman.


Umpamanya:
“Oh wajar dia lekas naik pangkat karena dekat dengan si Bos.”
“Oh pantas dia cepat berhasil, karena kata-katanya yang muluk-muluk dan bombastis.”
“Oh lumrah saya tak sukses, orang itu menghalangi kesuksesan saya.”
Adakah kalimat yang familiar dengan anda? Semoga tidak…
Semua penilaian bermula dari pikiran kita. Di setiap kondisi yang tak diharapkan, pikiran negatif tersebut akan memuntahkan kalimat-kalimat pembenaran yang mungkin sementara membuat anda “senang” karena memuaskan ego anda, namun sama sekali tak membantu mengubah hidup anda menjadi lebih baik.


Pikiran itu ibarat sopir yang menyetir dan mengarahkan kemana langkah anda selanjutnya. Andaikan anda mencari sopir, pastinya anda tak akan mencari sopir yang ugal-ugalan dan suka melanggar lalu lintas. Anda pastinya lebih memilih sopir yang patuh peraturan dan bertatakrama dalam berkendara sehingga membuat anda sampai ke tujuan dengan selamat.
Boleh saja anda membantah dan kembali menolak. Tapi sejatinya jika kita ingin mengubah diri kita menjadi lebih baik: mengapa kita fokus pada hal yang tidak kita inginkan dan bukan pada hal yang kita inginkan?


Jika anda ingin memperbaiki sepeda anda yang rusak, mengapa anda kalang kabut dengan sepeda orang lain yang baik-baik saja. Apakah dengan begitu sepeda anda akan kembali baik dengan sendirinya? Saya jamin tidak!


Itulah pentingnya mentalitas positif. Dari mental positif perubahan dalam hidup kita bermula. Jika anda memikirkan hal positif dan fokus pada yang anda inginkan, lebih mudah bagi anda mencapainya. Sebaliknya, jika anda fokus pada hal-hal yang tak anda inginkan, bisa jadi hal negatif itu mendekati diri anda. Logikanya sederhana. Jika anda fokus pada sesuatu yang tak anda inginkan, bisa jadi anda abai terhadap apa yang anda inginkan.


Mungkin anda bertanya kenapa pikiran negatif berbahaya? Disadari atau tidak, pikiran negatif bisa melemahkan diri anda, menghancurkan kepercayaan diri anda, membuat anda suka menyalahkan diri sendiri dan mungkin orang lain, membuat hidup seolah begitu berat untuk dijalani, serta yang terburuk berdampak membuat anda kehilangan harapan.


Sebaliknya bila anda memenuhi pikiran anda dengan pikiran positif, saya percaya wajah anda akan lebih cerah, anda lebih bersemangat untuk ACTION, anda merasa lebih kuat dan memiliki hidup yang layak diperjuangkan, dan anda masih memiliki harapan bahwa esok atau lusa hidup anda akan semakin baik, semakin baik, dan semakin baik.
Intinya adalah dalam pikiran kita. Kekuatan pikiran sebagai kunci utama kesuksesan anda.


Apakah anda masih mau mengisi pikiran kita dengan berbagai pikiran negatif yang menghancurkan diri sendiri? Atau memenuhi pikiran kita dengan hal-hal positif yang membuat kita menjalani hidup lebih optimis setiap hari dan bertindak menuju sukses?
Salam ACTION!